Tips Menghadapi Wawancara
Di bawah ini diberikan 5 artikel/tulisan yang
terkait dengan tips & trick menghadapi wawancara kerja (artikel ini kami
edit agar relatif mudah difahami). Semoga 5 artikel ini dapat membantu anda.
Saran-Saran Menghadapi Wawancara
Bagi anda
yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya anda memperhatikan
beberapa saran di bawah ini.
- Pastikan
anda sudah tahu tempat wawancara. Disarankan beberapa hari sebelum
wawancara, anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihat
tempatnya.
- Jika
tidak diberitahu terlebih dulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka
gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
- Baca
kembali surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara tersebut.
Jangan lupa untuk membawa surat-surat atau dokumen-dokumen tersebut serta
peralatan tulis saat wawancara.
- Mempersiapkan
diri menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan pewawancara. Sebaiknya
anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan
pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa
pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan.
- Sebelum
berangkat ke tempat wawancara, berdoalah terlebih dulu sesuai keyakinan
anda.
- Usahakan
untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada
gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara). Namun
usahakan jangan terlambat, karena banyak perusahaan yang langsung
menganggap anda gagal bila terlambat.
- Sapa
satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.
- Jika
harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
- Ucapkan
salam (selamat pagi/siang/sore) kepada para pewawancara dan jika harus
berjabat-tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak
lemas).
- Tetaplah
berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang
tegak dan seimbang.
- Persiapkan
surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara.
- Ingat
dengan baik nama pewawancara.
- Lakukan
kontak mata dengan pewawancara.
- Tetap
fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
- Tunjukkan
antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada
perusahaan.
- Gunakan
bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai
untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
- Tampilkan
hal-hal positif yang pernah anda raih.
- Tunjukkan
energi dan rasa percaya diri yang tinggi, namun jangan berkesan sombong
atau takabur. Banyak yang gagal hanya lantaran berkesan sombong, takabur,
atau sok tahu.
- Tunjukkan
apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan
oleh perusahaan kepada anda.
- Jelaskan
serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
- Ajukan
beberapa pertanyaan bermutu di seputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan
secara umum.
- Berbicara
dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.
- Akhiri
wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
- Ucapkan
banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang
diberikan kepada anda.
Persiapan Menghadapi Wawancara
Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan mempunyai berbagai
tujuan. Ada yang dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang
dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau mengetahui kemampuan
pelamar menangani berbagai hal.
Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang
tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara.
Dalam hal ini, anda dituntut untuk berusaha menguasai diri anda sendiri
(khususnya kelebihan dan kelemahan anda). Juga berusaha menguasai bidang
pekerjaan yang anda lamar.
Cari Informasi Sebanyak Mungkin dan Berlatihlah
Jika anda telah sampai pada tahap wawancara, sebenarnya secara kualitas, anda
telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Namun anda
dapat gagal hanya karena kurang mengetahui tentang perusahaan tempat anda
melamar. Untuk itu, sebaiknya anda juga berusaha mengetahuinya, dengan mencari
informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak
ada salahnya anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir
sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut.
Pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup. Usahakan
memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan oleh
pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi. Jangan
mengesankan anda menyembunyikan sesuatu, namun anda juga jangan terlalu
berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang dan
mengatakan yang sebenarnya.
Uahakan jawaban anda selalu mengindikasikan karakter yang kuat, ulet, dan
bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu menyukai orang demikian.
Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan
pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun
yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan.
Berbagai Kondisi
Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan anda
menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini, anda mungkin
menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan anda begitu saja selama 5-10 menit
sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-pura tidak peduli dan
membaca koran ketika anda masuk, atau ia akan mengajukan bantahan-bantahan yang
tidak masuk akal terhadap setiap jawaban anda, atau mengajukan
pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga anda, dan banyak trik lain.
Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus anda pegang adalah anda
benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi anda
akan menghadapinya dengan baik. Jika anda dicuekin, tetaplah bersikap sopan.
Katakan "Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan
kepada Bapak/Ibu mengapa anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini."
Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak aneh.
Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak anda bahwa hal
ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga anda tidak perlu merasa
sakit hati atau kecewa.
Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara
Berpakaian yang "baik" dalam wawancara memang tidak dapat
digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya
perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara
lain:
Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan
mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau
"kebiasaan" berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi
formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat
sebagai "orang aneh', disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi
pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak
perlu menggunakan jas. Berpakaian rapi dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi
kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (misalkan mengkilap,
ngejreng).
Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing
baju atasan).
Berpakaian dengan desain yang simpel (tidak telalu banyak pernik-pernik, toh
ini bukan acara pesta).
Tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian dan perhiasan.
Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam
Wawancara
Dalam wawancara, faktor diluar "isi" seringkali dapat mempengaruhi
keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.
Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang
diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan
sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara.
Intinya, bahwa melalui tatapan anda selama wawancara haruslah menandakan :
1. Apakah anda cukup percaya diri;
2. Apakah anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara
tersebut;
3. Apakah anda jujur dengan isi komunikasi anda;
4. Apakah anda tampil "jujur" sesuai dengan kepribadian anda yang
sebenarnya, tidak dibuat-buat.
Intonasi akan memperlihatkan apakah anda seorang yang percaya diri atau tidak.
Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi
cukuplah bahwa anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara
untuk terus berkomunikasi.
Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada "menutup" diri.
Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan anda. Volume, warna, dan
irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang
tampil bukan sebagai dirinya sendiri.
Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara ?
Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi pencari
kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk meniti pekerjaan
yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau test interview menimbulkan
banyak harapan di dalam diri pencari kerja. Bayangan mendapatkan pekerjaan yang
bagus, gaji yang cukup dan teman-teman kerja yang menyenangkan seakan sudah di
pelupuk mata.
Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan, panggilan selanjutnya
ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon atau surat
panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi penasaran dan diliputi
berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan lagi atau memang hasil wawancara
Anda tidak diproses. Tak jarang harapan yang tadinya berkobar mendadak padam.
Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang agak lama bahkan ada
yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk memproses kelanjutan test
wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi demikian, agar tidak penasaran,
Anda dapat menanyakan kepastian kepada perusahaan tersebut melalui telepon.
Anda dapat bertanya setelah melewati waktu dua minggu dari waktu wawancara.
Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang yang mewawancarai Anda.
Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal ini, karena bertanya
merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar dan kelanjutan proses
lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih setelah wawancara adalah hal
yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun pasti maklum atas pertanyaan Anda.
Untuk itu usai wawancara, ada baiknya Anda menanyakan siapa dan nomor telepon
yang dapat dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara Anda.
Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database
dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban
sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti itu
biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat itu. Bisa jadi,
suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan dipanggil lagi. Namun
dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas terus menanti tanpa berusaha
lagi. Buatlah lamaran lain sebanyak-banyaknya.
Sebaliknya kalau jawaban perusahaan memberi kepastian, misalnya,"Anda
memang memenuhi kualifikasi kami dan dengan pertanyaan Anda, kami sekaligus
memanggil Anda pada tanggal...", berarti kemungkinan besar Anda akan
diterima. Mungkin saat itu pihak perusahaan belum sempat menghubungi Anda lebih
lanjut dikarenakan adanya kepentingan lain.
Hidup ini memang penuh dengan kemungkinan. Untuk itu Anda jangan berhenti
berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga kemungkinan itu
akan menjelma menjadi suatu 'kepastian' yang menggembirakan.